Friday, October 21, 2005
Way off from Path
Membaca buku Taiko (penulis : Eiji Yoshikawa), seperti kita melihat film JFK atau filem People Vs Larry Flint bikinan Oliver Stone. Kenapa demikian, karena baik Taiko ataupun kedua film tersebut bercerita tentang fenomena yang benar-benar terjadi. Jika kita menyebut sebuah nama yang ada dala buku Taiko, dan anda berusaha kreatif untuk mencarinya di dalam internet... mungkin sekitar lebih dari 90% anda akan menemukannya. Cobalah cari di intertnet nama Mori Ranmaru, atau Tsuciya brothers (pembantunya Takeda Katsuyori), amazing anda akan menemukannya. Padahal kedua tokoh tersebut adalah tokoh-tokoh yang sangat tidak banyak dibahas dalam Taiko. Jangan kamu cari tentang hideyoshi, atau nobunaga, atau tokugawa, atau uesugi kenshin, atau Takeda shingen... mereka orang-orang besar dan tentunya bakalan ada dalam buku sejarah. Itulah sebabnya, saya sangat tertarik dengan Novel tersebut, karena novel ini bukan sebuah khayalan penulis belaka. Sang penulis menggarap novel ini secara teliti dan saya kira novel ini merupakan counter attact dari novel yang sebelumnya muncul yaitu Shogun yang sangat terkenal itu. Dalam novel Shogun, tokoh utamanya adalah Toranaga (orang meinterpretasikan sebagai Tokugawa Ieyasu), semua plot dan penokohan sangat kasar dan terlihat sebagai plot orang barat dimana penulis dari novel shogun ini adalah orang barat.
Memang Taiko bercerita tentang seorang tokoh yang berhasil menjadi penguasa militer seluruh jepang yang bernama Hideyosi, namun saya tidak melihat sebagai cerita seseorang. Namun, saya melihat, bagaimana seorang anak bangsa yang sangat menghargai sejarahnya. Coba pernahkah kita menemukan cerita novel indonesia yang bercerita tentang sejarah indonesia yang sesungguhnya? Ya, banyak cerita novel indonesia yang berdasarkan cerita maa lalu bangsa indonesia, namun semua adalah fiktif belaka. Lihat saja salah satu buku novel spektakuler karya arsewendo atmowiloto yang berjudul "Senopati Pamungkas", mungkin anda akan kehilangan sejarah kalau seandainya melacak siapa tokoh-tokoh yang pernah ada dalam novel tersebut. Atau cerita tentang Babad Singasari atau lain-lain, selalu ditambahkan sebuah fiksi yang akan membuat sesat bagi orang yang tidak tahu sejarah. Bahkan nilai fiksinya sendiri sangat dominan.
Kadang-kadang kita sering "away from the path".
Memang Taiko bercerita tentang seorang tokoh yang berhasil menjadi penguasa militer seluruh jepang yang bernama Hideyosi, namun saya tidak melihat sebagai cerita seseorang. Namun, saya melihat, bagaimana seorang anak bangsa yang sangat menghargai sejarahnya. Coba pernahkah kita menemukan cerita novel indonesia yang bercerita tentang sejarah indonesia yang sesungguhnya? Ya, banyak cerita novel indonesia yang berdasarkan cerita maa lalu bangsa indonesia, namun semua adalah fiktif belaka. Lihat saja salah satu buku novel spektakuler karya arsewendo atmowiloto yang berjudul "Senopati Pamungkas", mungkin anda akan kehilangan sejarah kalau seandainya melacak siapa tokoh-tokoh yang pernah ada dalam novel tersebut. Atau cerita tentang Babad Singasari atau lain-lain, selalu ditambahkan sebuah fiksi yang akan membuat sesat bagi orang yang tidak tahu sejarah. Bahkan nilai fiksinya sendiri sangat dominan.
Kadang-kadang kita sering "away from the path".