Thursday, January 20, 2005

Berekspresi

Salah satu syarat untuk menjadi aktor atau aktris adalah kelihaian berekspresi. Baik itu aktor/aktris yang bermain di filem-filem atau yang merasa harus menjadi "aktor/aktris" karena suatu hal. Tapi terlepas dari itu, berekspresi merupakan sifat yang diberikan oleh Yang Kuasa. Maksud berkespresi yang saya bicarakan disini adalah sikap wajah atau perubahan air wajah manusia, bukan berekspresi yang lain-lain seperti yang dilagu-lagu atau di iklan-iklan televisi anak muda.."Ekspresikan Diri !!!"
Saya akui, hal inilah yang saya tidak punyai. Tidak tau kenapa. Tatkala saya mendapatkan berita musibah yang menimpa orang tua saya, banyak orang yang menganggap saya tidak peduli. Begitupun dengan yang lain-lain, seperti ketika terjadi masalah ketika kerja, orang bilang saya ini santai, tenang walaupun dicaci-maki oleh yang punya proyek. Ataupun ketika mendapat suatu kegembiraan, misalnya ketika lahirnya anak pertama kami. Tapi dibalik itu semua... rasa sedih, sakit, marah, kesal, gembira, bahagia dan lain-lain itu semuanya muncul dalam hati dan sungguh akan selalu membekas.
Jadi teringat tentang ikan cupang, itu tu.. ikan aduan yang umumnya berwarna biru, merah hijau gelap. Coba perhatikan deh ketika ikan cupang itu beradu. Kalau misalnya susah membayangkan, siapkan aja duit dua puluh rebu, trus jalan ke kios ikan hias yang menjual ikan cupang. Beli dua buah dan bawa pulang trus masukkan dua ikan cupang itu dalam satu wadah. Tidak jadi masalahkan hilang dua puluh rebu untuk mengetahui tentang ekspresi.
Dengan seksama kita perhatikan perubahan warna ikan cupang yang sedang beradu. MUngkin kamu akan sependapat dengan saya bahwa pada awalnya, mereka akan mengeluarkan warna-warna yang berani dan marah (bukan merah !!). namun setelah pertarungan hampir usai, akan terlihat salah satu ikan akan menjadi sepa alias pucat, dan dengan sendirinya warna-warna tadi akan menghilang entah kemana. Nah itulah ekspresi. Pada awalnya, si ikan cupang itu mengirimkan informasi kepada lawannya bahwa dia marah dan merasa terganggu, demikian juga lawannya. Namun setelah pertarungan usai, yang kalah akan menghilangkan warna-warna marah tadi menjadi warna yang pucat tanda menyerah atau mengaku kalah.
Ekspresi wajah, adalah suatu komunikasi atau isyarat kepada yang lain. Lebih spesifik lagi adalah sebagai penyampai pesan tentang suatu perasaan.
Dan itu tidak saya miliki.
-earth-

Comments: Post a Comment



<< Home

Sponsor Utama (nyang punya Tanah!)

This page is powered by Blogger. Isn't yours?