Thursday, January 06, 2005

Apa yang sekiranya yang bisa membuat atau menciptakan sebuah masa depan?
Pernahkah orang-orang zaman dahulu berfikir tentang keadaan dunia sekarang, seratus..dua ratus atau tiga ratus tahun setelah kematian mereka?
Pernah saya mendengar cerita tentang Alfa Edison, si penemu bola lampu. Pada saat itu, lampu yang diciptakan oleh Alfa Edison itu sangat sederhana dan tidak seterang lampu merkuri atau lampu disko... hanya sebatas lampu biasa. Seperti biasa, tiap tahun diadakan pameran penemuan dan seni, termasuk lampu bikinan Alfa Edison ini. Dan, ternyata penemuan lampu ini, tidak mengundang pujian, malah pertanyaan sinis. Malah seorang wanita kaya yang penuh dengan perhiasan berkomentar (tentunya dengan kata-kata yang sudah saya permak) yang intinya spt ini : "Penemuan kamu itu tidak ada faedahnya, malah lampu minyak dirumah saya lebih terang beratus-ratus kali..."
Namun apa tanggapan Alfa edison, dengan bijak dia berkata," Bola lampu yang saya buat ini ibarat seperti bayi. Layaknya seorang bayi, kita tidak bisa menerka akan seperti apa gerangan bayi ini kelak setelah dewasa, atau bahkan belum sempat dewasa bayi itu sudah meninggal. Begitu pun lampu yang saya buat, saya sendiri tidak tahu akan seperti apa nanti."
Ternyata, setelah sekian puluh tahun dari kematian Alfa Edison, dunia terang benderang !!!
Mungkin saat itu edison tidak akan mengira bahwa dunia akan seterang sekarang.
Landasan apa yang sebetulnya bisa menciptakan suatu masa depan? Banyak hal. Bergantung dari background tiap orang. Namun saya percaya, setiap orang tidak ada yang superior ataupun inferior jika kita bisa mengambil pijakan kebijaksanaan dari setiap sudut pandang. Namun tentunya kita juga tidak bisa menutup mata bahwa ada yang bersikap superior !!!
Saya berpendapat, bahwa semakin tua umur bumi semakin kompleks permasalahan manusia, dan semakin terkotak-kotakan, dan hal ini mungkin awalnya untuk mempermudah. Namun, hal ini sepertinya menjadi bumerang bagi peradaban.
Kembali kepada nurani kita, apa yang ingin kita lihat sepuluh...dua puluh... tiga puluh tahun kedepan.
"Seberapa lama hidup manusia dibawah langit yang biru?
berjalan dibawah awan-awan perubahan,
di atas bumi yang semakin menua,
Lalu apa yang akan kita wariskan kepada mereka yang belum terlahir?"
-Earth-

Comments: Post a Comment



<< Home

Sponsor Utama (nyang punya Tanah!)

This page is powered by Blogger. Isn't yours?