Monday, January 10, 2005

Animal Farm Dalam Sudut Pandang Saya

Animal Farm, sebuah fable satire yang cukup bagus. Fable adalah sebuah bentuk cerita (prosa) yang bercerita tentang binatang atau dengan kata lain tokoh-tokoh dalam cerita tersebut adalah binatang. Sednagkan satire sendiri bahasa singkat dan merakyatnya adalah sindiran. Jadilah Animal Farm sebuah cerita sindiran tentang suatu peristiwa sejarah dengan menokohkan binatang-binatang sebagai ungkapan orarng-orang pelaku sejarah tersebut.
Novel ini ditulis oleh George Orwell pada tahun 1945, saya sendiri lebih senang dengan menyebut Mister Ex. Terlepas apakah tuan Mister Ex ini pendukung sosialis yang pada masa dia hidup sedang mereguk kejayaannya, saya menangkap apa yang diceritakan dalam novel ini adalah sebuah cerita sejarah yang memang terjadi dalam dunia sosialis terutama komunis Sovyet (saya sempat terheran-heran ketika sseorang kawan (saya lupa lagi siapa dia) berbicara mengenai Animal Farm ini dan mencoba mengasosiasikannya dengan keadaan sekarang. Atau mungkin, dia berpendapat bahwa dia hidup di Alam Sosialis sepertinya. Atau saya sendiri yang tidak mampu memahami pemikirannya. Padahal sangat jelas bahwa system perburuhan yang ada dalam lingkungan kawan ini adalah system perburuhan kapitalis (prinsip dasar mengakui hak milik pribadi) sedangkan dalam novel Animal Farm ini adalah kehidupan sosialis kommunis (dimana kepemilikan itu bersifat komunal, jangan tanya lebih jauh lagi tentang hal-hal seperti ini). Atau mungkin Kapitalis dengan Sosialis itu sama saja….. secara dampak mungkin sama saja, dan ini kemungkinan besar yang kawan tadi sebutkan !!!).
Kembali ke sudut pandang saya tentang novel Animal Farm ini. Cerita utama diambil dari bagaimana komunisme sosialis tumbuh berkembang disuatu masyarakat, ketika ajaran Marxis-Leninis berkembang awal mulanya. Ajaran ini, difabel kan dalam bentuk ajaran-ajaran Babi Tua yang bernama si Mayor Tua di sebuah pertanian yang benama Manor. Maka, pada saat si Mayor tua ini meninggal timbul lah semangat ke-binatang-an yang semakin lama semakin besar dan berhasil mengusir pemilik pertanian (dalam penafsiran awan saya adalah kaum borjuis pemilik modal, Tuan Tanah dan kaum bangsawan sedangkan binatang itu sendiri diterjemahkan sebagai rakyat jelata). Setelah berhasil menguasai pertanian, para binatang ini diorganisir oleh sekelompok elit binatang (babi, binatang yang rakus dan pintar), dan pertanian itu sendiri dinamai pertanian binatang (mungkin dalam bahasa manusia adalah Negara Republik Rakyat XXX). Masyarakat di beri propaganda tentang ke-rakyat-an dan diajari bagaimana tunduk patuh pada suatu dewan kerakyatan atau partai (kelompok babi). Seperti sudah menjadi hukum alam dalam dunia politik yang penuh intrik, dimana setiap kekuasaan akan saling diperebutkan atara tokoh-tokoh yang kuat. Setelah musuh bersama dapat disingkirkan, maka musuh selanjutnya adalah musuh yang tidak terlihat, yaitu orang yang bersebrangan dalam kebijakan dan pengaruh. Terjadilah suatu pergeseran yang semakin meruncing. Antara dua tokoh babi berikutnya yaitu Napoleon dan Snowball yang dalam penerjemahan saya adalah antara Josef Stalin dengan Leon Trotsky atau sering disebut Lev Bronstein. Dimana akhir dari meruncingnya persaingan pengaruh dimenangkan oleh babi Napoleon (Josef Stalin). Dalam cerita ini, babi Snowball diusir keluar dari pertanian dan dalam sejarah sosialis komunis Soviet, Trotsky di pecat dalam kepartaian (Bolshevik) dan diasingkan ke luar soviet. Dan dalam cerita dan sejarah baik Snowball maupun Trotsky mati dibunuh.
Secara pribadi Novel ini merupakan satire yang sangat sukses, dimana kita bisa melihat benang-benang merah yang jelas. Seperti ketika ayam-ayam dalam pertanian diharuskan untuk menyetor telur-telurnya, ini mengingatkan kita pada penjarahan atau dengan kata sopannya penyerahan paksa kekayaan gereja-geraja ortodok di Soviet. Atau, pembunuhan terhadap ayam-ayam yang membangkang yang bisa kaitkan dengan pembunuhan beribu-ribu pendeta atau ulama yang membangkang. Dan yang paling jelas adalah, cerita tentang anjing-anjing penjaga atau pengawal tidak ubahnya cerita Tentara Merah bentukan Leon Trotsky. Yang mana Tentara Merah ini menjadi boomerang bagi sipembentuk-nya (Leon Trotsky atau si babi Snowball).
Revolusi Soviet ini meninggalkan tragedy kemanusiaan yang sangat dalam. Pembunuhan rakyat soviet yang mencapai ratusan ribu itu sepertinya saat itu tidak pernah terungkap. Dan alamnya komunis, dimana babat habis penghalang dari tujuan politik. Hal ini, mungkin berdasarkan pada “kebenaran” partai. Artinya apapun cara yang dilakukan adalah benar asal tujuan partai tercapai. Bukan berdasarkan “Kebenaran Moral” yang berdasarkan kemanusiaan !! Dan juga mungkin mereka memegang prinsip dan filsafat yang ditelorkan oleh Karl Marx dan Engels, yaitu :

“ Kematian satu orang adalah tragedy. Sedangkan kamatian masal merupakan sebuah statistic”

-Karl Marx-

(Silahkan buka kembali buku Tentang Ajaran Karl Marx tentang Quote tsb, siapa tau saya yg salah)

Comments: Post a Comment



<< Home

Sponsor Utama (nyang punya Tanah!)

This page is powered by Blogger. Isn't yours?