Monday, November 28, 2005

Suatu malam

"Semalam, Dia menelpon, dan bertanya kenapa kita tidak bisa bercerita tentang hal-hal yang spele atau hal-hal yang tidak penting. Dan dia berkata juga bahwa dia menelpon orang lain, saya lupa lagi namanya, hanya untuk ngobrol tentang hal-hal yang spele setelah menelpon saya. Yah saya tidak tahu, apa yang harus saya jawab dengan pertanyaan itu. Saya sendiri tidak pernah membatasi untuk ngobrol tentang apa dengan dia, saya merasa bebas ngobrol. Dan saya sendiri mungkin bisa dikatakan terisolasi, saya bahkan sudah jarang untuk berbicara dengan teman-teman dekat saya dahulu apa lagi bekas pacar heheheh.
Bukan karena tidak ada waktu, tapi entahlah... Bahkan di Yahoo messenger pun saya set untuk unavailable supaya orang lain menganggap saya tidak online. Ya cuman orang yang beruntung saja yang berinisiatip untuk ngajak chat dengan saya yang saya layani hahahah... tapi itupun cuman sebentar.
Hmmm akhirnya saya berfikir, mungkin dia kesepian dan perlu teman ngobrol. Atau mungkin dia teringat masa-masa lalu yang senantiasa dia selalu bersama banyak orang, dan sekarang dia merasa dipenjara dan tidak menemukan kenyaman yang dahulu dia dapatkan dari orang lain. Yah.. memang dia tidak menemukannya dari saya....
Saya menerima itu, saya bukan orang yang pandai mengobrol apa lagi bercerita tentang sesuatu yang saya sendiri tidak mengetahuinya atau pernah membacanya...."
Si amat pun termenung-menung di atas kasur sambil kebingungan..
"Ah sudah lah, saya pun jadi tidak semangat lagi untuk berbicara....." begitu katanya sambil rebahan dan tertidur pulas.




-earth-

Comments: Post a Comment



<< Home

Sponsor Utama (nyang punya Tanah!)

This page is powered by Blogger. Isn't yours?