Sunday, April 16, 2006

Sisi Lain Kehidupan Oda Nobunaga




Oda nobunaga ditakdirkan untuk memimpin clan-nya dalam keadaan kacau. Clan-nya terbagi dua, provinsi-nya di kelilingin oleh marga-marga kuat pada saat itu, seperti marga Saito di daerah utara, Imagawa dari arah Timur, Takeda dariu Timur dan Matsudaira yang pada saat itu bertekuk lutut pada Klan Imagawa.
Pertama kali meimpin marganya, dia hanya berusia 16 tahun dan mempunyai perilaku yang tidak begitu menyenangkan. Ugal-ugalan, mempunyai selera seni yang rendah dan tidak punya pikiran. Tidak heran dia dikenal sebagai bangsawan pandir.
Namun, pada tahun-tahun berikutnya dia mulai melangkah setahap demi setahap. Pertama deia menghabisi semua orang yang menghianati dirinya, dan kemudian dia mulai melatih pasukannya secara diam-diam. Namun, tetap, dia berperilaku pandir.
Namun, puncak titik balik dari kepandirannya adalah ketika dia bis meluluh-lantakan marga Imagawa yang pada saat itu sangat kuat, bahkan Kepala Imagawa Yoshimoto pun bisa dia potong dan dibawa pulang ke ibukota provinsinya. Saat itu klan kuat di sekitar provinsi-nya mulai melihat Nubunaga yang sebenarnya.
Para pencinta sejarah samurai, berpendapat bahwa dia bertingkah pandir pada saat itu dikarenakan situasi yang kritis, dan dia dengan sengaja membuat image itu supaya Klan-klan kuat tidak akan memperhitungkan kekuatan klan Nobunaga. Taktik itu berhasil, sehingga ketika itu dia bisa mempersiapkan pasukannya tanpa ada bayang-bayang akan diserang klan lain.


Dia diimage-kan tidak menyenangi karya seni, bahkan ketika pertama kali dia datang ke Kyoto untuk bertemu Shogun Ashikaga Yoshiaki pada saat disuguhi upacara minum teh, dia tidak mengetahui harus spt apa. Ketika ditanya pendapat taman di istana, dia hanya mengatakan tamannya terlalu kecil dan kemudian membandingkan dengan hutan di provinsinya. Namun, itu semua adalah sebuah taktik. Sesungguhnya dia adalah seorang pengagum seni, terutama Atsumori, menari, seni keramik dan berpuisi. Bahkan, dia pernah menawarkan pengampunan kepada salah satu musuhnya dengan imbalan kotak teh dari keramik pada saat musuhnya itu dikepung dan siap di bakar.

Dari segi pandangan kedepan, dia adalah samurai pertama yang mempunyai cita-cita mempersatukan dalam satu pemerintahan. Dia tahu bagaimana menempatkan orang untuk mencapai tujuannya. Dan dia sangat tegas, bahkan ketika Adik Iparnya, Asai Nagamasa, memberotak, Nobunaga tidak tanggung-tanggung untuk membasmi dan memenggal kepalanya.
Padahal Asai Nagamasa adalah suami dari adi kesayangan Nobunaga, Oichi.

Namun sayang, ketika cita-citanya itu masih belum tercapai, Akechi Mitsushide, salah satu bawahannya berhianat dan menyerangnya ketika Nobunaga di Kyoto. Sebelum Nobunaga melakukan sepuku (Bunuh diri dengan cara membelah perut)Dia merenungkan tentang apa yang telah dia lakukan, walaupun tau mimpinya masih dalam dua per tiga jalan harus hancur luluh lantak, dia tetap tidak menyesal. Dia mewariskan impiannya kepada pengikut setianya, yaitu Hashiba Hideyoshi yang kelak menjadi pemersatu Jepang.
Pepatah bijak mengatakan, Orang besar hanya akan ditemukan oleh orang besar lainnya.
Nobunaga, harus wafat sebelum impiannya tercapai, namun dia tidak menyesal. Dia
percaya, kekuatan yang ia punyai berasal dari impian, bukan karena kesenangan sendiri yang tidak beraalasan. Dan dia percaya, bahwa impian tidak pernah akan padam, walaupun itu dia sendiri harus mati sebelum impiannya tercapai.




-Earth, still keep the Dream but with other way-

Comments: Post a Comment



<< Home

Sponsor Utama (nyang punya Tanah!)

This page is powered by Blogger. Isn't yours?